Sumur bor yang dulu lancar bisa pelan-pelan melemah tanpa disadari. Di pabrik, penurunan kecil ini sering baru ketahuan saat produksi terganggu. Berikut lima tanda yang paling sering kami temui di lapangan, dan apa yang sebaiknya Anda lakukan.
1. Debit air turun dari biasanya
Tandon yang biasanya penuh dalam dua jam sekarang butuh tiga jam. Penyebabnya bisa saringan sumur yang tersumbat, pompa yang aus, atau muka air tanah yang turun. Catat waktu pengisian tandon setiap minggu supaya perubahannya kelihatan.
2. Air keruh atau berpasir
Pasir yang ikut terpompa biasanya tanda casing atau saringan bermasalah. Kalau dibiarkan, pasir mempercepat kerusakan pompa dan pipa.
3. Pompa lebih sering menyala
Pompa yang hidup-mati lebih sering dari biasanya bekerja lebih keras untuk hasil yang sama. Tagihan listrik yang naik tanpa tambahan pemakaian air patut dicurigai.
4. Suara atau getaran tidak biasa
Bunyi kasar dari pompa atau getaran di pipa bisa berarti ada udara masuk atau komponen yang longgar.
5. Sumur belum pernah diperiksa lebih dari dua tahun
Meski belum ada gejala, sumur yang lama tidak diperiksa sebaiknya dicek. Pemeriksaan rutin jauh lebih murah daripada mengebor ulang.
Langkah berikutnya
- Catat debit dan waktu pengisian tandon selama dua minggu.
- Simpan contoh air yang keruh untuk diperlihatkan ke teknisi.
- Hubungi tim kami untuk survei. Kami tulis hasil pemeriksaan dan rekomendasinya sebelum ada pekerjaan.

